Project Publik

Monitoring Banjir dengan 3 Sensor dan LCD I2C

Mikrokontroler · CE-4A · Tim Kelompok 1

Embedded System Diperbarui 29 Apr 2026
approved
Artikel Project

Monitoring Banjir dengan 3 Sensor dan LCD I2C

Project ini merupakan sistem monitoring banjir berbasis mikrokontroler yang dirancang untuk mendeteksi potensi banjir secara dini menggunakan tiga jenis sensor, yaitu: Sensor Ultrasonik (SRF-05 / HC-SR04) untuk mengukur ketinggian air, Sensor Rain (Raindrop Sensor) untuk mendeteksi intensitas hujan, dan Water Flow Sensor untuk mengukur debit/aliran air.

Ringkasan

Project ini merupakan sistem monitoring banjir berbasis mikrokontroler yang dirancang untuk mendeteksi potensi banjir secara dini menggunakan tiga jenis sensor, yaitu:

  1. Sensor Ultrasonik (SRF-05 / HC-SR04) untuk mengukur ketinggian air,
  2. Sensor Rain (Raindrop Sensor) untuk mendeteksi intensitas hujan, dan
  3. Water Flow Sensor untuk mengukur debit/aliran air.

Video Demo

Latar Belakang

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah, khususnya di daerah perkotaan dan sekitar aliran sungai. Curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang kurang optimal, serta peningkatan debit air sungai sering menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur, bahkan membahayakan keselamatan jiwa.

Salah satu permasalahan utama dalam penanganan banjir adalah kurangnya sistem monitoring yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat terkait kondisi lingkungan, seperti ketinggian air, intensitas hujan, dan laju aliran air. Umumnya, pemantauan masih dilakukan secara manual sehingga sering terlambat dalam memberikan peringatan dini.

Seiring perkembangan teknologi, khususnya di bidang Internet of Things (IoT) dan mikrokontroler, memungkinkan dibangunnya sistem monitoring banjir yang lebih efektif, otomatis, dan real-time. Dengan memanfaatkan beberapa sensor seperti sensor ultrasonik untuk mengukur ketinggian air, sensor hujan untuk mendeteksi intensitas curah hujan, serta water flow sensor untuk mengetahui debit air, sistem dapat memberikan gambaran kondisi lingkungan secara menyeluruh.

Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem monitoring banjir berbasis sensor dan mikrokontroler yang mampu mengintegrasikan berbagai parameter penting dan menampilkannya secara langsung melalui media seperti LCD I2C. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun efektif dalam memberikan informasi dini terhadap potensi banjir, sehingga dapat membantu masyarakat maupun pihak terkait dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan secara lebih cepat dan tepat.

Tujuan dan Manfaat

  1. Monitoring ketinggian air, hujan, dan debit air secara real-time
  2. Mengintegrasikan 3 sensor dalam satu sistem
  3. Menampilkan data pada LCD I2C
  4. Memberikan peringatan dini (aman, waspada, bahaya)
  5. Mempermudah pemantauan tanpa cara manual
  6. Menjadi dasar pengembangan sistem IoT lanjutan

Metodologi

  • Studi Literatur
    • Mengkaji penelitian terkait sistem monitoring banjir dan penggunaan sensor.
  • Perancangan Sistem
    • Menentukan komponen (ESP32, sensor ultrasonik, rain sensor, water flow, LCD I2C).
  • Perancangan Hardware
    • Merancang rangkaian dan koneksi antar komponen.
  • Perancangan Software
    • Membuat program untuk membaca sensor dan menampilkan data ke LCD.
  • Implementasi Sistem
    • Merakit alat dan mengintegrasikan hardware dengan software.
  • Pengujian Sistem
    • Menguji akurasi sensor dan respon sistem terhadap kondisi banjir.
  • Analisis Hasil
    • Mengevaluasi performa sistem berdasarkan data pengujian.

Hasil, Pembahasan, dan Kesimpulan

1. Hasil

Berdasarkan pengujian sistem, diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Sistem berhasil membaca:
    • Ketinggian air menggunakan sensor ultrasonik
    • Status hujan menggunakan sensor raindrop
    • Debit air menggunakan water flow sensor
  • Data berhasil ditampilkan pada LCD I2C 16x2 secara real-time
  • Sistem mampu mengklasifikasikan kondisi:
    • Aman (air rendah, tidak hujan)
    • Waspada (air mulai naik / hujan terdeteksi)
    • Bahaya (air tinggi + debit meningkat)
  • Buzzer dan LED aktif saat kondisi bahaya

2. Pembahasan

  • Kinerja Sensor
    Sensor ultrasonik cukup akurat, namun dipengaruhi oleh gelombang air. Sensor hujan bekerja baik untuk deteksi awal hujan, sedangkan water flow membutuhkan kalibrasi agar hasil lebih presisi.
  • Integrasi Sistem
    Ketiga sensor dapat bekerja secara bersamaan dan diproses oleh mikrokontroler tanpa delay signifikan.
  • Tampilan Output
    LCD I2C mempermudah monitoring karena menampilkan data secara langsung tanpa perangkat tambahan.
  • Efektivitas Sistem
    Sistem mampu memberikan indikasi dini terhadap potensi banjir, meskipun masih dalam skala prototipe.
  • Keterbatasan
    • Belum terintegrasi dengan sistem IoT
    • Masih dipengaruhi kondisi lingkungan
    • Jangkauan monitoring masih terbatas

 3. Kesimpulan

  • Sistem monitoring banjir berbasis 3 sensor dan LCD I2C berhasil dirancang dan diimplementasikan.
  • Sistem mampu melakukan monitoring kondisi air secara real-time dengan baik.
  • Penggunaan multi-sensor meningkatkan akurasi dan keandalan sistem dibanding satu sensor saja.
  • Sistem dapat digunakan sebagai alat peringatan dini sederhana terhadap potensi banjir.
  • Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan fitur IoT dan notifikasi jarak jauh.